Bagi yang sering berurusan dengan dunia maya, pasti sudah kerap mendengar yang namanya bisnis online. Dan saya yakin, pasti sebagian dari anda sudah mempunyainya. Jika diringkas, bisnis online adalah bisnis yang RELATIF mudah dan potensi penghasilannya tidak terbatas. Tidak terbatas? Ya, karena market yang ada tidak pernah tidur dan bisa dari belahan bumi mana saja (tentunya selama tempat itu terjangkau oleh sambungan internet?hee..). Hebatnya lagi, penghasilan Anda tidak kena pajak. Itu yang membuat penghasilan Anda semakin besar.
Seringkali, para internet marketer mengatakan bahwa bisnis ini TIDAK SULIT dengan menunjukkan bukti rekening tempat mereka menampung penghasilan dari bisnis ini yang besarnya bahkan sampai milyaran rupiah, bisa dilakukan oleh siapa saja dan dari mana saja (tentunya satu syarat mutlaknya adalah adanya koneksi internet. Bahkan, orang yang baru ngerti internet pun bisa melakukannya. Dari sisi jam kerja, dibutuhkan tidak lebih dari 2 jam bahkan 1 jam perhari untuk mengelola bisnis ini untuk mendapatkan jutaan rupiah dalam waktu satu bulan atau bahkan income pasif tidak terbatas. LUAR BIASA. Hal-hal di atas adalah ciri dari promosi bisnis online yang dilakukan oleh internet marketer dan netpreneur melalui berbagai cara. Mulai cara yang baik dan sopan sampai cara-cara yang tidak bertanggungjawab alias spamming. Namun, dibalik semua kemudahan yang dijanjikan, ada satu potensi budaya baru yang bisa muncul sebagai akibat dari bisnis ini?KEMALASAN dan Krisis Moralitas.
Berbagai tata cara di atur dalam proses campaign produk, yang tentu saja di embel-ebeli dengan kalimat yang menggiurkan. “Cara Mudah Dapat Dolar, Ongkang Kaki Dolar mengalir ndiri, Cara Jitu Mendapapatkan Dolar, Tips dan Trik bisnis online, bahkan ada yang mengunakan frasa “Cara Malas Dapat Duit Melimpah“. Ini adalah model-model kata atau frase iklan yang sering dipakai untuk memancing dan menggerakkan orang mengklik link yang kita pasang.
Hal ini masuk akal, karena semakin banyak trafik yang klik dan masuk ke blog atau situs kita, akan semakin besar potensi pendapatan (walaupun ada factor-faktor lain dalam blog atau situs kita yang memenetukan orang mau membeli produk kita atau tidak) karena pada hakikatnya bisnis online adalah masalah rasio dan angka. Samalah, bisnis apapun dan yang model bagaimanapun pasti menganut paham ini. Gampangnya, kalau iklan kita semakin sering dibaca oleh banyak orang, maka potensi orang tertarik untuk membeli juga semakin besar. Sama saja kok sebenarnya. Cuma, bisnis online lebih menjajnikan dari sisi trafik dan pangsa pasar.
Etika Bisnis Online
Pelanggaran etika bisa terjadi di mana saja, termasuk dalam dunia bisnis online. Untuk meraih keuntungan, masih banyak pihak yang melakukan berbagai pelanggaran moral.
Seperti yang telah kita lihat sekarang ini, fenomena intrik yang bisa di bilang “kurang bersih” telah banyak di buktikan. Sebagai contoh, mas Eko nurhuda mengungkapkannya melalui postingan ini. Dengan bahasa yang sederhana, ia mencoba untuk membuka mata kita tentang pengalaman pribadinya terhadap salah satu provider yang menyediakan bisnis online.
Belum lagi berbagai fenomena yang lain, seperti melakukan utak-atik HTML pada script google adsense, mencatut blog tanpa konfirmasi sebelumnya kepada owner blog, dan hal-hal lainnya.
So, saya secara pribadi sangat menghargai netpreneur atau internet marketer yang memberi nama situsnya dengan nama yang memberikan inspirasi dan motivasi yang seperti ini.
Terakhir, bisnis online bukan hal yang harus ditakuti dan dihindari tetapi harus dicoba. Coba terus, jangan takut dan mundur. Yang salah adalah kalau kita tidak mau mencoba atau mencoba dengan obsesi yang salah yang pada akhirnya membuat kita menyebarluaskan obsesi sesat kita dengan menjadikan orang lain sebagai seorang pemalas dan pemimpi sejati. So, dengan posisi seperti ini paling tidak saya sudah tahu untuk sukses di binis online diperlukan usaha yang bertanggungjawab dan penuh kerja keras.
sumber : http://mymoen.com/mendapatkan-dolar-dalam-sekejap-etika-bisnis-online
