Baru seminggu diputar di bioskop-bioskop Indonesia, film 2012 telah menimbulkan kehebohan. Film yang bercerita tentang kejadian 21 Desember 2012 sebagai akhir jaman dianggap telah menimbulkan keresahan masyarakat dan menyesatkan. Inilah yang menjadi alasan penolakan film ini di banyak tempat. MUI Kabupaten Malang telah melarang pemutaran film ini. MUI kota Solo juga mengeluarkan larangan serupa, dan sangat mungkin larangan-larangan semacam ini terus berlanjut. Bahkan siswa-siswa dan guru di sebuah sekolah di Jawa Barat kemarin berdemo menentang pemutaran film yang dianggap meyesatkan ini. Film yang dibintangi John Cusack sebagai tokoh utama dan berperan sebagai Jackson Curtis ini betul-betul menuai kontroversi.
Film ini dibuat berdasar akhir penanggalan suku Maya Kuno, meski secara implisit film ini sama sekali tidak menyebutkan suku Maya Kuno. Suku Maya Kuno dikenal memilik peradaban tinggi dan penanggalan yang berakhir pada 21 Desember 2012 dianggap oleh beberapa pihak sebagai akhir dari dunia ini (kiamat). Kiranya inilah antara lain sumber kontroversi tersebut.
Dalam Al Qur’an adanya akhir jaman diyakini, namun demikian tidak ada seorang pun yang tahu kapan waktunya. Hanya Allah swt. yang mengetahuinya. (Q.S. al-A’Raf/7:187). Iman pada hari akhir merupakan rukun iman yang kelima.
Melalui perumpamaan tentang pohon ara, Yesus menceritakan tentang adanya akhir jaman yang juga tidak ada seorang pun mengetahui kapan waktunya, terkeculai hanya Bapa (Mark. 13-24-32).
Kiranya jelas bagi kita bahwa akhir jaman pasti akan datang, namun demikian tiada seorang pun yang mengetahuinya, tidak juga suku Maya Kuno. Hanya Tuhanlah yang mengetahuinya. Hal inilah yang hendaknya kita jadikan dasar menyikapi kontroversi film ini. Tontonlah film ini sebatas sebagai hiburan semata. Terlebih memang adegan yang disuguhkan selama lebih dari dua jam ini cukup menarik. Gedung-gedung yang runtuh, jatuhnya bola api, dan teriakan-teriakan histeris cukup memacu adrenalin. Rolland Emmerich sang sutradara berhasil menguras emosi penonton.
Film 2012 bukanlah film pertama yang mengisahkan akhir jaman. Sebelumnya Rolland Emmerich juga mendulang sukses melalui film Independence Day dan The Day After Tommorow. Barangkali ketika film tersebut beredar, arus informasi belum sederas sekarang maka film tersebut tidaklah menimbulkan kontroversi seperti 2012 ini. Setiap hari kita saksikan di televisi berita tentang film 2012. Tidak sedikit yang menentang, namun anehnya justru penonton membludak di mana-mana. Bahkan studio 21 di Solo perlu menambah tempat pemutaran menjadi tiga studio. Rupanya terbukti bahwa pelarangan dan demo menentang film ini membuat film ini dibicarakan di mana-mana dan pada akhirnya justru menimbulkan penasaran dan menjadi promosi bagi film ini.
Akhirnya marilah kita bijak menyikapi film ini. Tontonlah film ini sebatas sebagai tontonan, hiburan. Jangan campur adukkan iman ketika menonton film ini. Jika kita mencermati di luar film 2012 masih banyak tontonan lain (baca: film) memprihatinkan. Kiranya kita lebih selektif dan cermat dalam memilih tontonan dan bijaksana menyikapinya.
sumber : kompas
Natsumi Hayashi : The Flying Girl
14 tahun yang lalu

0 komentar:
Posting Komentar